Unknown
BLACKBOX TESTING

Metode ujicoba blackbox memfokuskan pada keperluan fungsional dari software. Karena itu ujicoba blackbox memungkinkan pengembangan software untuk membuat himpunan kondisi input yang akan melatih seluruh syarat-syarat fungsional suatu program.
Ujicoba blackbox berusaha untuk menemukan kesalahan dalam beberapa kategori diantaranya:
1. Fungsi-fungsi yang salah satu hilang
2. Kesalahan interface
3. Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal
4. Kesalahan performa kesalahan inisialisasi dan terminasi

WHITEBOX TESTING

Ujicoba Whitebox merupakan metode desain uji kasus yang menggunakan struktur kontrol dari desain prosedural untuk menghasilkan kasus-kasus uji. Dengan menggunakan metode ujicoba whitebox, para pengembang software dapat menghasilkan kasus-kasus uji yang:
1. Menjamin bahwa seluruh independent paths dalam modul telah dilakukan sedikitnya satu kali
2. Melakukan seluruh keputusan logikal baik dari sisi benar maupun salah
3. Melakukan seluruh perulangan sesuai batasannya dan dalam batasan operasionalnya
4. Menguji struktur data internal untuk memastikan validitasnya

sumber : Materi dari dosen

Unknown

PENGENALAN KAMPUS D UNIVERSITAS GUNADARMA



Kelompok 3
1. Fatih Nur M
2. Fauzy Hidayatullah
3. M. Rifqi
4. Nur Rini Afriani
4. Yusky 


A. Latar Belakang
              Universitas Gunadarma memiliki 8 gedung untuk melakukan kegiatan belajar yaitu kampus A, kampus B, kampus C, kampus D, kampus E, kampus F, kampus G, kampus H, dan kampus J. Di dalam kampus terdapat fasilitas-fasilitas yang meliputi ruang kuliah, perpustakaan, laboratorium, ruang senat, BPM, ruang rapat, ruang tunggu dosen, ruang konsultasi akademik, ruang seminar, auditorium, koperasi, ruang kerja pimpinan dan karyawan, musholah dan mesjid, serta lapangan olahraga. Ruang kuliah Universitas Gunadarma mempunyai 167 ruang kuliah yang terbagi : 12 ruang di kampus A, 19 ruang di kampus B dan C, 18 ruang di kampus D, 55 ruang di kampus E, 39 ruang di kampus G, dan 24 ruang di kampus J. Kampus utama Universitas Gunadarma berada di kota Depok, Jawa Barat.
              Kampus D Universitas Gunadarma merupakan salah satu kampus utama dari Universitas Gunadarma yang beralamat di Jalan Margonda Raya Nomor.100 - Depok, dan kampus D Universitas Gunadarma juga merupakan tempat pendaftaran bagi calon mahasiswa baru. Kampus D Unversitas Gunadarma memliki fasilitas Auditorium yang berada digedung 4 lantai 6 serta fasilitas unutuk menunaikan ibadah seperti Masjid Nurul Ilmi. Awalnya kampus D sudah memiliki 5 gedung, namun sekarang ditambah dengan gedung baru yang dibangun tepat disamping 5 gedung lam dan dibatasi oleh jalan kecil ke Stasiun Pondok Cina. Gedug ini yang kabarnya mulai dibangun awal tahun 2014 telah selesai dan kini telah dipakai untuk perkuliahan oleh mahasiswa baru tahun ajaran 2015/2016. Gedung baru ini dibangun dengan 6 lantai, dengan fasilitas AC tiap ruangan, toilet tiap lantai dan sebuah lift yang berada ditengah-tengah gedung. Gedung ini pun dibangun bergandengan dengan gedung pakir baru yang bahkan lebih tinggi dari gedung perkuliahannya. Gedung perkuliahan  baru ini dapat diakses langsung dari gedung parkir karena dua gedung tersebut saling terhubung dengan jembatan dimasing-masing lantainya.
              Penulis akan mengenalkan kampus D Universitas Gunadarma menggunakan software Ren'py Software Ren'py adalah engine untuk membuat visual novel menggunakan bahasa pemrograman Phyton. Visual Novel merupakan cerita yang disajikan dalam bentuk visula degan alur cerita yang dibuat sendiri.
               Berdasarkan penjelasan diatas penulis akan membuat suatu aplikasi interaktif dengan tampilan berbasis dekstop yang berjudul "APLIKASI PENGENALAN KAMPUS D UNIVERSITAS GUNADARMA DENGAN MENGGUNAKAN REN'PY".

B. Batasan Masalah
                Pada apliksi ini pengenalan kampus D Univesitas Gunadarma akan mencakup informasi tentang lingkungan kampus D Universitas Gunadarma yang terdiri dari gedung 1 s/d 6, fasilitas kampus dan fasilitas sekitar kampus.

C. Tujuan
               Pembuatan aplikasi pengenalan kampus D Univesitas Gunadarma menggunakan Ren'py yang diharakan dapat mempermudah calon mahasiswa baru Universitas Gunadarma mengenal kampus D.

D. Metode Penelitian
              Metode Penelitian ini adalah :
1. Langkah pertama adalah mengumpulkan materi-materi referensi dari buku dan mancari artikel yang berkaitan dengan software serta bagaimana pembuatan aplikasi menggunakan software Ren'py.
2. Langkah kedua adalah membuat alur cerita untuk mengenalkan kampus D untuk diinput menjadi narasi kedalam software Ren'py.
3. Langkah ketiga adalah merancang konsep, tampilan dan sistem navigasi dari software  Ren'py agar aplikasi ini user interface.
Perangkat yang dibutuhkan:
- Laptop dengan OS windows
- Kamera Digital
- Software Ren'py
- PhotoScape
- Editra
4. Langkah keempat adalah melakukan proses dokumentasi kampus D
5. Langkah kelima adalah melakukan editing gambar menggunakan software PhotoScape.
6. Langkah keenam adalah mengimplemantasikannya dalam sebuah bahasa pemrograman Python melalui software Ren'py.
7. Langkah ketujuh adalah melakukan uji coba aplikasi pada laptop agar dapat melakukan perbaikan dan pemeliharaan jika ditemukan kesalahan dalam aplikasi.

E. Kelebihan
              Aplikasi pengenalan kampus D mempunyai kelebihan pada tampilan yang lebih menarik dan interaktif, di lengkapi dengan berbagai elemen multimedia, seperti suara dan music sehingga lebih menarik untuk menggunakannya.

F. Kekurangan
              Karena keterbatasan yang dimiliki, dalam aplikasi ini pada menu fasilitas kampus dan sekitar kampus masih kurang lengkap, masih berbasis dekstop, pada menu quiz tidak terdapat tampilan ini tertinggi, soal masih terbatas dan tidak secara random, kecepatan text penjelasan masih belum selaras dengan suara dubbing.

G. Maintenance
              Pada tahap maintenance akan dilakukan
1. Mengumpulkan informasi mengenai fasilitas dan sekitar kampus lebih mendetail.
2. Membuat rancangan tampilan untuk versi android.
3. Menconvert aplikasi menjadi apk menggunakan software Ren'py.
4. Menambhakan source code untuk membuat tampilan tertinggi pada aplikasi dan menambahkan beberapa soal lagi pada aplikasi.
5. Melakukan recording ulang pada tahap dubbing dan menyelaraskan kecepatan teks dan suara dubbing
Unknown
TUGAS 2

1. Jelaskan motif-motif yang mendasari penyalagunaan etika dalam teknologi sistem informasi sehihgga menyebabakan seseorang atau pihak lain terganggu!

jawab :

a. Motif Intelektual yaitu kejahatan ang dilakukan hanya untuk kepuasan pribadi dan menunjukkan bahwa dirinya telah mampu untuk merakayasa dan mengimplementasikan bidang teknlogi informasi. kejahatan dengan motif ini pada umumnya dilakukan oleh secara individual.

b. Motif Ekonomi, Politik, dan Kriminal yaitu kejahatan yang dilakuan untuk keuntungan pribadi atau golongan tertentu yang berdampak pada kerugian secara ekonomi dan politik pada pihak lain. karena memiliki tujuan yang dapat berdampak besar, kejahatan dengan motif ini pada umumnya dilakukan oleh sebuah korporasi.

2. Tindakan apa yang harus dilakukan untuk mengatasi gangguan akibat penyalahgunaan etika dalam teknologi sistem informasi!

jawab : 

Dapat dilakukan dalam beberapa hal..
1. Mengganti password secara berkala
2. Menggunakan software keamanan komputer yang bagus.
3. Tidak mengekspos data diri ke internet

3. Sebutkan dan jelaskan salah satu contoh kasus yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan penyalahan etika dalam teknologi sistem informasi!

jawab:

1. Data Forgery

Dunia perbankan melalui Internet (e-banking) Indonesia, dikejutkan oleh ulah seseorang bernama Steven Haryanto, seorang hacker dan jurnalis pada majalah Master Web. Lelaki asal Bandung ini dengan sengaja membuat situs asli tapi palsu layanan Internet banking Bank Central Asia, (BCA). Steven membeli domain-domain dengan nama mirip www.klikbca.com (situs asli Internet banking BCA), yaitu domain www.klik-bca.com,www.kilkbca.com, www.clikbca.com, www.klickca.com. Dan www.klikbac.com. Isi situs-situs plesetan inipun nyaris sama, kecuali tidak adanya security untuk bertransaksi dan adanya formulir akses (login form) palsu. Jika nasabah BCA salah mengetik situs BCA asli maka nasabah tersebut masuk perangkap situs plesetan yang dibuat oleh Steven sehingga identitas pengguna (user id) dan nomor identitas personal (PIN) dapat di ketahuinya.1. Data Forgery

Dunia perbankan melalui Internet (e-banking) Indonesia, dikejutkan oleh ulah seseorang bernama Steven Haryanto, seorang hacker dan jurnalis pada majalah Master Web. Lelaki asal Bandung ini dengan sengaja membuat situs asli tapi palsu layanan Internet banking Bank Central Asia, (BCA). Steven membeli domain-domain dengan nama mirip www.klikbca.com (situs asli Internet banking BCA), yaitu domain www.klik-bca.com,www.kilkbca.com, www.clikbca.com, www.klickca.com. Dan www.klikbac.com. Isi situs-situs plesetan inipun nyaris sama, kecuali tidak adanya security untuk bertransaksi dan adanya formulir akses (login form) palsu. Jika nasabah BCA salah mengetik situs BCA asli maka nasabah tersebut masuk perangkap situs plesetan yang dibuat oleh Steven sehingga identitas pengguna (user id) dan nomor identitas personal (PIN) dapat di ketahuinya.

sumber : http://bobby-gunadarma.blogspot.com/


#Softskil

Unknown
 TUGAS 1

1. Jelaskan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pelanggaran etika dalam teknologi sistem informasi!
    Jawab :
          a. Kebutuhan Individu : Merupakan faktor utama penyebab terjadinya tindakan tidak etis, karena tidak tercukupinya kebutuhan pribadi dalam kehidupannya.
          b. Tidak Ada Pendoman : Tidak punya penuntun hidup, sehingga tidak tahu bagaimana melakukan sesuatu.
          c. Perilaku dan Kebiasaan Individu : Perilaku kebiasaan individu tanpa memikirkan faktor lingkungan dimana individu tersebut berada.

2. Bagaimana Cara untuk Mengurangi Pelanggaran Etika dalam Teknologi Sistem Informasi, Jelaskan!
     Jawab :
          Adanya kesadaran Hukum. Kesadaran Hukum menurut Soerjono Sokanto (1988) menyebutkan bahwa ada 5 unsur penegakan hukum, artinya untuk mengimplementasikan penegak hukum di Indonesia sangat dipengaruhi 5 faktor.
- Undang-undang
- Mentalitas Penegak Hukum
- Perilaku Masyarakat
- Sarana
- Kultur

3. Berikan contoh pelanggaran etika teknologi sistem informasi dalam kehidupan sehari-hari dan jelaskan bagaimana cara penanggulannya!
     Jawab : 
          Menurut saya pembajakan film/lagu yang dijual di pasar-pasar dengan mudahnya para pedagang men-download secara illegal, menjual CDROM illegal, pembajakan software.
solusinya, kesadaran pada diri sendiri utnuk tidak melakukan pembajakan (tapi hal sangat sulit dilakukan pada masyarakat), menghimbau masyarakat untuk menggunakan perangkat lunak yang asli dan mengatur UUD yang jelas tentang pembajakan ini dan hukuman bagi yang melanggar.  
Unknown
1. Jelaskan bagaimana cara pengamanan layanan telematika dilihat dari aspek jaringan komputernya baik yang menggunakan kabel maupun tanpa kabel (wireless)!
Jawab:
          Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasu kepada sasaran layanan agar inidividu dapat memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembanganya. Tujuan layanan informasi secara umum agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang berikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalah.
          Keamanan adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah hilang. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunanaanya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Keamanan jaringan disini adalah memberikan penigkatan tertentu untuk jaringan. Peningkatan keamanan jaringan ini dapat dilakukan terhadap:

     1. Rahasia (Privacy)
Dengan banyak pemakai yang tidak dikenal pada jaringan menyebabkan penyembunyian data yang sensitive menjadi sulit.
     2. Keterpaduan data (Data Integrity)
Karena banyak node dan pemakai berpotensi untuk mengakses system komputasi. Resiko korupsi data adalah lebih tinggi.
     3. Keaslian (Authenticity)
Hal ini sulit untuk memastikan identitas pemakai pada system remote, akibatnya satu host mungkin tidak mempercayai keaslian sesorang pemakai yang di jalankan oleh host lain.
     4. Convert Channel
Jaringan menawarkan banyak kemungkinan untuk kontruksi convert channel untuk aliran data, karena begitu banyak data yang sedang ditransmit guna menyembunyikan pesan.
     5. Integity
Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
     6. Confidentiality
Mensyaratkan bahwa informasi data hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
     7. Authentication
Mensyaratkan bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
     8. Availability
Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.            9. Nonrepudiation
Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.
     10. Layanan Context-Aware-Event Base
Kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan paramater-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.    

2. Jelaskan motif-motif gangguan yang terjadi pada layanan telematika!
Jawab:
a.       Interruption : suatu aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
b.      Interception : suatu pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain. Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c.       Modification : suatu pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d.      Fabrication : suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem. Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.

3. Jelaskan satu contoh metode pengamanan terhadap layanan telematika!
Jawab :
Sebuah metode browsing jaringan disediakan untuk browsing video atau audio data yang di tembak oleh sebuah IP. Jaringan video atau audio metode browsing sesuai mencangkup langkah-langkah dari:
a. Menjalankan sebuah program splikasi komputetr local untuk mendapatkan kode identifikasi yang disimpan dalam kamera IP.
b. Transmisi untuk mendaftarkan kode identifikasi ke DDNS (Dinamic Domain Name Server) oleh program aplikasi.
c. Mendapatkakn kamera IP pribadi alamat dan alamat server pribadi sehingga pasangan IO kamera dan control kamera IP melalui kamera IP pribadi, dan
d. Kopel ke layanan server melalui alamat server pribadi sehingga untuk mendapatkan video atau audio dari yang ditembak oleh kamera IP, dimana server layanan menangkap video atau audio data yang ditembak oleh kamera IP melalui Internet.
Sumber :