Hubungan Individu, Keluarga,
dan Masyarakat
Individu merupakan bagian terkecil dari kelompok masyarakat atau makhluk
yang tidak dapat dipisah lagi antara jiwa dan raganya. Individu
berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang
selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada
pada dirinya. Menurut
Sigmund Freud, superego pribadi manusia sudah mulai terbentuk pada saat manusia
berumur 5-6 tahun (W.A. Gerungan, 1980 : 29). Seorang individu tidak dapat
berdiri sendiri, saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya, dan
saling mengadakan hubungan sosial di tengah - tengah masyarakat.
aspek - aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap
individu:
- aspek organik jasmaniah.
- aspek psikis-rohaniah.
- aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya.
Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya
ada 3 kemungkinan:
- menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya.
- kedua takluk terhadap kolektif.
- memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Keluarga
merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat.
Keluarga yaitu unit terkecil dari masyarakat yang terdiri
atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu
tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(Menurut
Departemen Kesehatan RI 1998).
Sifat-sifat keluarga:
- Hubungan suami-isteri : Berlangsung seumur hidup dan mungkin dalam waktu yang singkat.
- Bentuk perkawinan di mana suami-isteri itu diadakan dan dipelihara.
- Susunan nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan. Misalnya : Di batak dihitung melalui garis laki-laki : disebut Patrilineal. Di Minangkabau melalui garis wanita : disebut Matrilineal. Di mana kekuasaan terletak pada wanita. Sistem ini disebut Avonculat.
- Milik atau harga benda keluarga.
- Pada umumnya keluarga itu tempat bersama/rumah bersama.
Fungsi-Fungsi Keluarga:
1.
Fungsi Pendidikan: Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan menyekolahkan anak
untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak dewasa.
2.
Fungsi Sosialisasi anak: bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang
baik.
3.
Fungsi Ekonomis: Tugas kepala keluarga dalam yaitu bekerja untuk mencari penghasilan,
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan keluarga.
4.
Fungsi Biologis: Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan
keturunan sebagai generasi penerus dan Memberikan kasih sayang,perhatian,dan
rasa aman diaantara keluarga, serta membina pendewasaan kepribadian anggota
keluarga.
Masyarakat adalah kelompok manusia yang saling berinteraksi yang
memiliki prasarana untuk kegiatan tersebut dan adanya saling keterikatan untuk
mencapai tujuan bersama. Masyarakat adalah tempat kita bisa melihat dengan
jelas proyeksi individu sebagai bagian keluarga, keluarga sebagai tempat
terprosesnya, dan masyarakat adalah tempat kita melihat hasil dari proyeksi
tersebut.
Menurut para Ahli:
1. Menurut Munandar Soelaeman: masyarakat
merupakan kesatuan sosial yang mempunyai ikatan-ikatan kasih sayang yang erat.
Kesatuan sosial mempunyai kehidupan jiwa seperti adanya ungkapan jiwa rakyat,
kehendak rakyat, kesadaran masyarakat.
2. Menurut Karl Marx: masyarakat adalah suatu struktur
yang menderita suatu ketegangan organisasi atau perkembangan akibat adanya
pertentangan antara kelompok-kelompok yang terbagi secara ekonomi.
3. Menurut Emile Durkheim: masyarakat merupakan suatu
kenyataan objektif pribadi-pribadi yang merupakan anggotanya.
4. Menurut Paul B. Horton & C.
Hunt: masyarakat
merupakan kumpulan manusia yang relatif mandiri, hidup bersama-sama dalam waktu
yang cukup lama, tinggal di suatu wilayah tertentu, mempunyai kebudayaan sama
serta melakukan sebagian besar kegiatan di dalam kelompok atau kumpulan manusia
tersebut.
Perkembangan dan pertumbuhannya
masyarakat dapat digolongkan menjadi :
1.
Masyarakat sederhana:
Dalam lingkungan masyarakat sederhana
(primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari
latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan
pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
2.
Masyarakat Maju: Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial,
atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang
tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan
dicapai.
Masyarakat non industri dan
masyarakat industry:
1.
Masyarakat non industri
a. Kelompok Primer
Dalam kelompok primer, interaksi
antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Biasa disebut
juga dengan kelompok “face to face group”, sebab para anggota kelompok sering
berdialog, bertatap muka, karena itu saling mengenal lebih dekat, lebih akrab.
b. Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder,
terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat
kekeluargaan. Oleh sebab itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja
antaranggota kelompok diluar atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional,
Obyektif.
2.
Masyarakat industri
Masyarakat
yang pembagian kerjanya bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas
masyarakat semakin tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling
ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal
pengkhususan. Otonomi sejenis, juga menjadi ciri dari bagian masyarakat
industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian khusus yang
dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contohnya : tukang sepeda, tukang
sandal, tukang bubur.
Hubungan
antara Individu dengan Keluarga, Individu dengan Masyarakat
Individu dengan keluarga: hubungan ini
sangatlah mutlak. Dikarenakan individu terlahir dari keluarga, tumbuh dan
berkembang dalam keluarga yang suatu saat individu ini akan membentuk
keluarganya sendiri. Peran individu dalam keluarga merupakan resultan dari
relasi biologis, psikologis dan sosial. Relasi khusus ini mencangkup kebudayaan
lingkungan keluarga yang dinyatakan melalui bahasa (adat-istiadat, kebiasaan,
norma-norma, dan nilai-nilai agama).
Individu dengan
masyarakat: hubungan ini adalah tahap selanjutnya dari seseorang yang
telah mempelajari cara berinteraksi yang telah diajarkan dalam keluarga. Dalam
hal ini, individu memasuki suatu ruang lingkup yang sangat luas karena terdapat
individu yang berbeda dan berasal dari berbagai daerah/komunitas. Masyarakat
itu bersifat makro. Sifat makro diperoleh dari kenyataan, bahwa masyarakat pada
hakiaktnya terdiri dari sekian banyak komunias yang berbeda, sekaligus mencakup
berbagai macam keluarga, lembaga dan individu – individu.
Kesimpulannya
adalah :
keluarga dengan berbagai fungsi yang dijalankan adalah sebagai
wahana dimana seorang individu mengalami proses sosialisasi yang pertama kali,
sangat penting artinya dalam mengarahkan terbentuknya individu menjadi seorang
yang berpribadi.
Sebagai bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat,
keluarga mempunyai korelasi fungsional dengan masyarakat tertentu, oleh karena
itu dalam proses pengembangan individu menjadi seorang yang berpribadi
hendaknya diarahkan sesuai dengan struktur masyarakat yang ada, sehingga
seorang individu menjadi seorang yang dewasa dalam arti mampu mengendalikan
diri dan melakukan hubungan – hubungan sosial di dalam masyarakat yang cukup
majemuk.
